Pengaruh Human Relation dan Kondisi Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Karyawan

1. Judul

“PENGARUH HUMAN RELATION DAN KONDISI LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT SUMBER ABADI BERSAMA GONDANGLEGI MELALUI VARIABEL ETOS KERJA”

2. Tempat Penelitian

PT SUMBER ABADI

3. Masalah Penelitian

1. Apakah human relation (hubungan antar manusia) dan kondisi lingkungan kerja fisik berpengaruh terhadap kinerja karyawan secara langsung?

2. Apakah human relation (hubungan antar manusia) dan kondisi lingkungan kerja fisik berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui variabel etos kerja secara tidak langsung?

4. Tujuan Penelitian

1. Untuk menguji dan meneliti pengaruh human relation (hubungan antar manusia) dan kondisi lingkungan kerja fisik terhadap kinerja karyawan secara langsung.

2. Untuk menguji dan meneliti pengaruh human relation (hubungan antar manusia) dan kondisi lingkungan kerja fisik terhadap kinerja karyawan melalui variabel etos kerja secara tidak langsung.

5. Teori Kajian

Teori yang digunakan Teori kepemimpinan dan Teori Perilaku Organisasi

1.     Teori kepemimpinan merupakan buah pemikiran yang berisi penjelasan mengenai, apa, bagaimana, siapa, kapan, dimana dan mengapa individu dikatakan sebagai pemimpin. Teori-teori ini dapat kita gunakan sebagai pedoman, untuk mendalami konsep kepemimpinan diri yang muncul, sehingga paling tidak, kita dapat menjadi pemimpin untuk diri sendiri.

2.     Teori Perilaku Organisasi merupan kajian mendalam tentang cara individu, kelompok, dan struktur organisasi berinteraksi di dalam suatu lingkungan kerja.

Hasil Penelitian

1. Berdasarkan perhitungan analisis jalur, variabel human relation berpengaruh secara langsung terhadap kinerja karyawan. Hal tersebut dikarenakan karyawan dapat menjaga hubungan yang baik antar sesama karyawan dari segi kerjasama, kesiapan mental dalam bekerja serta memiliki pengendalian emosional yang baik. Sedangkan variabel lingkungan kerja fisik tidak berpengaruh secara langsung terhadap kinerja karyawan. Dikarenakan adanya sistem ventilasi udara yang kurang memadai hal tersebut bisa dilihat dalam kuisioner pernyataan berkaitan dengan ventilasi udara dengan skor tidak setuju sebanyak 10 orang karyawan dan jawaban netral sebanyak 20 orang karyawan.

2. ⁠Berdasarkan perhitungan analisis jalur, bahwa variabel etos kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal tersebut dapat dilihat ketika karyawan mempunyai semangat bekerja yang sangat tinggi maka hal itu akan memicu seorang karyawan untuk menghasilkan kinerja yang baik serta dapat menyelesaikan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab dengan kualitas yang baik. Berdasarkan perhitungan analisis jalur, variabel etos kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal itu berarti membuktikan bahwa hubungan antar karyawan, karyawan dengan atasan di dalam perusahaan sudah baik dan semangat kerja yang tinggi sehingga mampu memacu produktivitas karyawan. Sedangkan secara perhitungan analisis jalur, variabel human relation dan lingkungan kerja fisik secara tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja karyawan, kemudian etos kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal tersebut dikarenakan adanya lingkungan kerja yang nyaman sehingga dapat menimbulkan semangat kerja dengan hal tersebut maka kinerja karyawan yang baik akan tercapai.


Paper diatas adalah hasil Bedah Skripsi. Blog ini dibuat untuk memenuhi Tugas Individu. Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Bina Sarana Informatika. Dosen pengampu Elpa Hermawan, S.I.Ikom,MM



Komentar